Article

Creative Entrepreneur Corner: Pendidikan Bukan Syarat Utama Berbisnis

Creative Entrepreneur Corner: Pendidikan Bukan Syarat Utama Berbisnis

Keane and Legory merupakan bisnis yang bergerak dibidang food & beverage, khususnya dessert. Dengan varian kue yang menarik dan disajikan dengan tampilan yang cantik. Meskipun baru berdiri selama 4 bulan, Keane and Legory mampu menarik perhatian para konsumer yang umumnya merupakan remaja perempuan. Simak wawancara Radio Finance Indonesia (RFI) bersama dengan Ald (A) dan Keane (K), selaku owner dan marketing dari Keane and Legory
 
RFI : Bagaimana awalnya sampai kalian memutuskan untuk berbisnis dessert cantik ini ?

A : Pada dasarnya saya memang sangat suka dengan kue, dan umumnya apabila seseorang mengkonsumsi kue dan terlebih kue itu rasanya enak, maka orang tersebut akan merasa happy. Untuk itu, melalui Keane and Legory kami ingin membagikan rasa ‘happy’ tersebut kepada orang-orang.
 
RFI : Selain kalian berdua, apa ada tim lain dibelakang Keane and Legory ?

A : Untuk semua yang berkaitan dengan desain untuk kue, kemasan, dan lainnya itu saya yang mengurus. Namun, untuk realisasi dan produksinya kami memiliki tim eksternal yang bertanggung jawab mengerjakannya.

K : Pada tim dasarnya Keane and Legory dibagi menjadi 2 divisi, pre-production dan post-production. Saya sendiri mengurus bagian pemasaran dan advertising untuk post-production, seperti bagaimana cara kami mengkomunikasikan produk kami kepada masyarakat melalui sosial media dan media pemasaran lainnya.
 
RFI : Bagaimana cara kalian membagi waktu antara kuliah dan menjalankan bisnis ini ?

A : Kami memiliki jadwal tetap untuk produksi sebanyak 2 kali dalam seminggu, yang berdasarkan dari permintaan customer. Sedangkan untuk pembagian waktu dengan kuliah, awalnya kami berpikir untuk menjalankan bisnis ini hanya sebagai sampingan, namun karena pertumbuhan permintaan untuk Keane and Legory yang cukup pesat, akhirnya sejak itu kami memutuskan untuk lebih fokus menjalankan bisnis kami ini.
 
RFI : Siapa target market dari Keane and Legory ?

K : Secara demografi, target pasar utama kami adalah perempuan dengan usia yang berkisar antara 18-23 tahun.
 
RFI : Bagaimana brand positioning dari Keane and Legory ?

K : Kami ingin menjadi sebuah brand yang friendly dengan pelanggan, dimana kami ingin lebih dekat dengan pelanggan melalui pelayanan yang sangat ramah dan nyaman, sehingga pembeli akan mendapatkan pengalaman yang tidak hanya sebatas pembeli dan penjual, namun juga seperti teman.
 
RFI : Apa keunggulan dari Keane and Legory dibandingkan dengan produk sejenis lainnya ?

K : Sesuai dengan brand positioning kami, kami sangat menjaga hubungan baik dengan pelanggan kami. Selain itu, karena pada umumnya produk dessert hanya dapat dinikmati di cafe-cafe tertentu, sehingga kami mencoba untuk menyediakan jasa delivery, untuk dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan, sehingga kami bisa mendapatkan feedback dari para pelanggan.
 
RFI : Bagaimana modal awal kalian untuk memulai bisnis ini dan bagaimana dengan omzet yang didapat ?

A : Kami memulai usaha ini dengan modal sekitar Rp 5-6 juta. Dan hingga saat ini, omzet yang kami dapat sudah mencapai Rp 7-9 juta per bulan.
 
RFI : Bagaimana cara kalian mengatur keuangan bisnis dengan keuangan pribadi kalian ?

A : Kami menyisihkan sebagian dari laba kami untuk diputar lagi sebagai modal. Biasanya 30-40% dari laba kami nikmati sendiri.
 
RFI : Apa target kalian dalam waktu dekat ini ?

K : Saat ini kami menjadi supplier tetap ke 1 cafe. Dan rencananya di tahun ini kami akan menambah supply kami ke 3 cafe lain. Lalu, sebagai sarana edukasi, pemasaran, dan “mini CSR” dari Keane and Legory, pada akhir tahun ini kami ingin mengadakan seminar entrepreneurship bagi anak-anak SMA yang akan masuk kuliah, agar mereka bisa menentukan jurusan yang tepat bagi minat/bisnis mereka.
 
RFI : Menurut kalian, seberapa penting pendidikan untuk seorang entrepreneur ?

K : Dalam opini saya, pendidikan bukanlah syarat utama untuk mulai berbisnis. Namun, untuk tahap selanjutnya, seperti iklan atau manajemen, tentunya dibutuhkan pengetahuan lebih lanjut.

A : Bertolak belakang dengan Keane, menurut saya justru pendidikan cukup penting untuk berbisnis. Pada jenjang kuliah, kita dapat menambah pengalaman, mempelajari bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, bagaimana berpikir kritis, dan lainnya.
 
RFI : Bagaimana caranya finance people dapat menemukan Keane and Legory ?

K : Finance people dapat menemukan Keane and Legory melalui media sosial seperti di instagram kami @keanelegory. Dan untuk on the spot, saat ini Keane and Legory tersedia di cafe Hepi Tea Story yang terletak di daerah Tanjung Duren.
 

 

Radio Finance Indonesia

May 20th, 2014

No Comments