Article

Creative Entrepreneur Corner: “Untuk Memulai Usaha, Jangan Terlalu Banyak Memikirkan Resiko”

Creative Entrepreneur Corner: “Untuk Memulai Usaha, Jangan Terlalu Banyak Memikirkan Resiko”

Frappers merupakan sebuah bisnis car fragrance yang unik dan variatif. Dengan desain yang menarik dengan 7 pilihan aroma (sweet vanilla, american orange, brewed coffee, new car, green tea, bubble gum, dan fresh apple), Frappers mampu menarik perhatian dari para pecinta otomotif di Indonesia. Bisnis ini memang baru berdiri sejak September 2013, namun sudah memiliki customer dari berbagai wilayah. Simak hasil wawancara Radio Finance Indonesia (RFI) bersama Tommy Indra Lazuardi (TL) dan Eriel Prifian Nugroho (EN) selaku owner dan marketing dari Frappers.
 
RFI : Apakah sebelumnya kalian sudah pernah berwirausaha?
TL : Sebelumnya saya pernah berbisnis import baju olahraga dan sampai sekarang masih berjalan, sehingga Frappers ini merupakan bisnis kedua saya.
EN : Dulu saya pernah startup celana jeans, namun tidak mampu bersaing di pasar sehingga beralih ke bisnis Frappers ini.
 
RFI : Siapakah target market dari Frappers?
EN : Untuk target market, sebenarnya untuk semua kalangan. Tapi lebih diutamakan untuk anak-anak muda. Kami ingin membuat car fragrance sebagai tren di kalangan anak-anak muda. Seperti yang saya lihat di negara lain seperti US, anak-anak pecinta otomotif menggunakan car fragrance sebagai pengharum mobil dan juga aksesoris.
 
RFI : Apa kelebihan Frappers dibandingkan dengan car fragrance lainnya?
TL : Perbedaannya adalah kami memiliki kelebihan di desain yang menarik, dan kami juga menerima customized design. Desain yang kami produksi akan berbeda setiap bulannya, namun kami juga menerima request apabila ada customer yang ingin memesan dengan design pilihan sendiri dengan minimum order sebanyak 500pcs.
 
RFI : Bagaimana cara kalian mengkomunikasikan Frappers kepada customer?
EN : Selain melalui social media, berpartisipasi dalam event-event otomotif, kami juga mengkomunikasikan melalui mulut ke mulut. Selain itu, kami juga menggantung Frappers di mobil kami.
 
RFI : Apa brand positioning yang kalian harapkan untuk Frappers?
EN : Kami memiliki harapan “we kill the mainstream”, kami tidak sama dengan parfum mobil lainnya. Biasanya parfum mobil konvensional hanya memproduksi 1 desain, kami memiliki banyak desain dan banyaknya pilihan aroma.
 
RFI : Bagaimana cara kalian untuk bersaing dengan brand-brand terkenal?
TL : Kami masih dalam proses pembelajaran, sehingga masih membutuhkan banyak peningkatan. Jadi kami masih harus banyak melakukan riset dan memperbanyak pengalaman. Selain kami juga harus meningkatkan kualitas aroma dan desain. Menurut kami, brand kami sekarang masih belum sempurna.
 
RFI : Berasal darimana modal kalian pada saat membangun bisnis ini?
TL : Kebetulan sebelumnya saya memang memiliki bisnis, jadi saya menggunakan keuntungan dari bisnis tersebut untuk menjadi modal dalam membangun bisnis Frappers ini.
EN : Jadi saya mengumpulkan modal dari uang jajan saya.

RFI : Apakah pernah terpikirkan untuk meminjam ke bank?
TL : Belum pernah, karena menurut saya tidak perlu. Saya ingin mencoba untuk berusaha dari 0 dan naik perlahan-lahan. Saya tidak ingin bisnis yang langsung besar, jadi sambil menikmati saja prosesnya.
 
RFI : Bagaimana cara kalian untuk memisahkan keuangan Frappers dengan keuangan pribadi kalian?
TL : Untuk keuangan Frappers, biasanya kami membuat database dan uangnya kami alokasikan ke account yang berbeda dari kepentingan pribadi.
 
RFI : Apa target Frappers kedepannya?
EN : Untuk kedepannya, kami akan ikut event Kampoeng Jazz. Itu merupakan festival musik jazz yang diadakan oleh UNPAD pada tanggal 3 Mei 2014. Disana akan ada bazaar, dan kami pun akan menjual Frappers dalam edisi jazz. Target kami dalam dekat-dekat ini, kami akan coba untuk membuat desain baru dengan tema Piala Dunia, seperti bendera negara atau maskot dari Piala Dunia.
 
RFI : Apa harapan Frappers untuk kedepannya?
EN : Rencana kami, kami ingin menguasai pasar Indonesia. Kami ingin masyarakat Indonesia bangga dengan produk lokal.
 
RFI : Apa suka-duka kalian dalam menjalankan Frappers?
TL : Ada cerita lucu, jadi pada saat itu kami sedang nongkrong bersama teman-teman, ada teman yang menanyakan saya “Loe mau beli parfum mobil ga? Ada nih Frappers”, dengan harga yang sudah dinaikkan, saya hanya tertawa saja. Lalu teman disebelahnya pun menjawab “Loe salah kalo nawarin ke dia, karena itu tuh dia yang bikin!”. Hal yang paling menyenangkan adalah disaaat melihat Frappers digunakan oleh orang yang kami tidak kenal. Untuk cerita menyedihkan dalam menjalankan Frappers, untungnya sampai saat ini masih belum ada.
 
RFI : Bagaimana tanggapan kalian mengenai peran pendidikan terhadap entrepreneur?
TL : Menurut saya, pendidikan cukup penting, karena untuk memahami konsep-konsep dalam entrepreneur dibutuhkan pengetahuan yang jelas. Namun untuk menjalankannya, tergantung niat dari diri sendiri dan membutuhkan suatu keberanian untuk menghadapi resiko.
 
RFI : Apa ada tips yang dapat kalian bagikan untuk para finance people yang ingin membangun usaha di usia muda?
EN : Yang pertama adalah survey pasar, apa yang sedang dibutuhkan pasar? Kita juga harus tetap konsisten, konsisten dalam menjalankan usaha, tidak cepat menyerah dan tidak cepat puas.
TL : Untuk memulai usaha, jangan terlalu banyak memikirkan resiko. Lebih baik, jalani saja dulu. Apabila sudah menjalankannya dengan maksimal, nanti keuntungan akan datang dengan sendirinya.
 
RFI : Bagaimana cara untuk menemukan Frappers ?
EN : Bisa diakses di instagram @frappersid , disana juga ada nomor telepon yang bisa dihubungi untuk info lebih jelas.
 

 

Radio Finance Indonesia

May 8th, 2014

No Comments