Article

Indrasto Budisantoso: Indonesia E-Commerce Industry, “The Boom Is Yet To Come”

Indrasto Budisantoso: Indonesia E-Commerce Industry, “The Boom Is Yet To Come”

Indrasto Budisantoso adalah CEO Groupon Indonesia. Sebuah situs E-Commerce yang sebelumnya dikenal dengan nama DISDUS yang mana pada tahun lalu mendapat penghargaan sebagai Indonesia Brand Champion 2013 dari Markplus.Inc. Sebelum berkarir di Groupon Indonesia, Bapak Indrasto atau yang biasa disapa Bapak Asto berkarir sebagai konsultan di salah satu kantor konsultan bisnis terkemuka di dunia hingga tahun 2012. Untuk mengetahui apa saja tantangan yang harus dihadapi beliau setelah beralih ke bidang karir yang berbeda, simak hasil wawancara Radio Finance Indonesia (RFI) bersama Indrasto Budisantoso (IB) berikut ini.
 
RFI : Apa yang membuat Anda tertarik untuk terjun ke bidang e-commerce, sebagai CEO dari Groupon Indonesia?

IB : Saya ingin merasakan adanya real-action, karena di dunia consulting, kita hanya dapat mencetuskan ide, rencana, dan strategi. Bukan kita sendiri yang melaksanakannya. Sehingga terkadang kita tidak melihat apakah adanya implementasi terhadap ide-ide tersebut. Sekarang, di Groupon kita bisa melaksanakan ide atau strategi yang telah kita cetuskan.
 
RFI : Menurut Anda, bagaimana industri e-commerce di Indonesia dalam 5 tahun kedepan?

IB : Luar biasa! Dalam satu kalimat singkat, “the boom is yet to come”. Jadi, memang kita sekarang masih berada di siklus awal e-commerce. Namun, tidak sampai 5 tahun kedepan,kita akan melihat sesuatu yang luar biasa di industri e-commerce di Indonesia.
 
RFI : Apa tantangan utama yang Anda rasakan saat beralih dari consultant ke seorang CEO yang bertanggung jawab terhadap sebuah perusahaan ?

IB : Seorang consultant lebih berurusan dengan angka, dan untuk menjalankan sebuah perusahaan seperti ini, yang ada di top of mind bukan hanya angka, namun juga people. Saya sangat percaya sekali, bahwa the best asset of company is its people. Jadi, yang menjadi tantangan adalah bergelut dengan angka, dan juga orang-orang yang ada di perusahaan.
 
RFI : Bagaimana Anda melihat perbedaan pada seorang manager dan seorang leader ?

IB : Saya melihat bahwa manager itu mengatur orang-orang, sedangkan seorang leader harus menginspirasi orang-orang. Disana letak perbedaannya, seorang leader tidak hanya mengatur, namun dia juga harus dapat membawa orang-orang untuk melihat visi lebih jauh kedepan, serta memberikan inspirasi kepada orang-orang tersebut.
 
RFI : Bagaimana cara Anda menginspirasi bawahan-bawahan Anda agar bekerja lebih semangat ?

IB : Ada banyak hal baru yang kita kerjakan di Groupon, karena dunia daily deals memiliki umur yang masih kurang dari 5 tahun. Ada banyak hal baru yang dapat kita pelajari disini. Menurut saya, keinginan untuk belajar bersama-sama, merupakan hal yang membuat mereka semangat.
 
RFI : Bagaimana Anda mendefinisikan leadership dalam 3 kata ?

IB : Inspire, people, dan vision. Apabila saya menggabungkan ke-3 kata tersebut menjadi “Inspire the people to reach the vision”. Jadi, orang-orang yang didalam perusahaan akan terinspirasi untuk mencapai visi perusahaan tersebut. Penting bagi seorang leader untuk memiliki visi yang jelas.
 
RFI : Bagaimana filosofi Anda dalam membangun karir ?

IB : Be passionate dan enjoy dengan apa yang dikerjakan. Yang dikerjakan harus sesuai dengan passion-nya, maka kita dapat menjalaninya dengan enjoy. Selama kita enjoy, maka segala sesuatu akan dapat dihadapi dengan mudah.
 
RFI : Bagaimana Anda menyeimbangkan work life dengan personal life ?

IB : Saya cukup strict antara weekdays dan weekend, jadi weekdays untuk perusahaan dan weekend saya habiskan untuk bersama keluarga. Tapi memang harus ada garis yang tegas antara work-life dengan personal-life.
 
RFI : Apa pesan Anda untuk para finance people yang sedang merintis karir ?

IB : Cari hal yang sesuai dengan passion, lalu jalani dengan enjoy. Jika bidang tersebut merupakan bidang yang telah dipilih, tidak ada alasan untuk mengatakan tidak suka, juga tidak ada alasan untuk be unhappy, jalani saja dengan enjoy.
 

 

Radio Finance Indonesia

May 28th, 2014

No Comments